I see, I hear, I know, I do, I feel, I remember, I write, I share... Pemimpi yang ingin beraksi :)
Wednesday, March 28, 2012
Pengen Koneksi Internet Lancaarrr
Monday, March 26, 2012
Cara membuat martabak manis mini, hmm yummyy
Resep cara membuat martabak telor mudah murah ^^
Let's support drug addicts to live healthy
There are some reasons that may make people turn to a drug addict, such as stress, work, and family problem. If you find that your family is one of those drug addicts, you have to immediately find a good drug rehab for him/her. There are many kind of drug rehab center that you can choose, such as holistic drug rehab. You need to deal with this problem in a good way. The first thing that they should get is detoxification. Detoxification is the first step of drug treatment. You know, the drug addict body is different from a healthy person. Without drug, their body will severe some problem. Therefore they will need detoxification to reduce body’s dependency.
The second step is therapy. The therapy will allow the patient to build motivation to be recovered soon. They will learn how to deal with the stresses that turn them to drugs. They will learn to get encourage to live healthy in society when once they are recovered. The long-term effect of drug abuse may be not the same for all patients. Therefore, the program that they will need may be also different. Some patient will leave after a month, many months, or maybe for years. It is all depend on severity of dependence. You may know that some patients also fail their drug treatment. It can be caused of many reasons like commitment, support, and lifestyle.
Why do you need a good drug rehab
You need to know that quiting this bad habit is not a simple thing. The drug addicts need high motivation from inside and also outside, from their family, close friends, and another who support them. The police officer still do their effort to combat drugs. If you read more, you will find a drug addicts who has been declared cured, still can not quit the bad habit. This fact shows that a drug addicts really need a good drug rehab place to help them. They need treatment that will really make them quit taking drugs. A good drug rehab can be a place which has a good environment with complete medical facilities and security guarded, like gulf coast drug rehab.
Saturday, March 24, 2012
Ow, si Tomcat Akhirnya Turut Menyerang..ku
Well, temen-temen pasti tau artis dadakan yang namanya Tomcat. Entah kenapa ko dinamain tomcat, bukannya tomcat, ituh si tom, si kucing musuhnya Jerry yah? padahal nama ilmiahnya kan jauh banget dari spelling tomcat, Paederus riparius.
Tuesday, February 14, 2012
Sunday, December 4, 2011
Cara membuat roti Maryam.... Hmmm yummy ^^
Oh iyah, satu lagi ni guys, aku gi seneng maem roti maryam ni. So, mumpung gi di rumah jadi bisa percobaan deh :)
Cara bikinnya lumayan gampang lhoh. Wah, berarti ni tinggal belajar cara mbuat kebab ni, my another favorite food , hehe
Tuesday, October 11, 2011
Take a look closer at Hyun Bin ^^
![]() |
| Hyun Bin ganteng berseragam militer |
Untuk lebih lengkapnya tentang Hyun Bin, aku mo flash back contekan profilenya nih ^^
Jatim Fair 2011 at Grand City Surabaya
Monday, October 10, 2011
Hari ini not mood at all :(
Perut mules juga :(
Nunggu jam 5 baru pulang kantor deh.......
zzzZZZZZzzzzz
Monday, September 26, 2011
Karaoke ria at Nav ^^
Semalem abis berkaraoke ria bersama si hunny and friends. Abis cangruk'an (nongkrong) di MERR (*ndak mbois yah tempat kongkownya :p), tepat jam setengah satuan malem si bocah Papua pengen karaoke. Katanya sih karaokean di sana mahal, mpe 500ribuan (nggak tau deh dia boong pa gak). Bingung nyari tempat, akhirnya berlabuhlah motor2 kita ke Nav Karaoke di Mulyosari. Sebenernya sih aku pengen ke Happy Puppy, tapi berhubung gi pada bokek, murah meriah is better deh kayaknya.
Monday, November 9, 2009
bisnis plan training
Humph, udah lama banget gag nulis nih. Sabtu kemarin aku mengikuti pelatihan bisnis plan yang diselenggarakan oleh teman2 penerima beasiswa sampoerna foundation. Acaranya seru sekali menurut saya. Pembicaranya keren-keren dan bikin iri. Gimana gag iri, mereka adalah pengusaha2 muda yang uda sukses banget, punya perusahaan sendiri, gag perlu menadah duit dari ortu lagi.
Saat itu ada 3 orang pengusaha yang duduk di mimbar depan ruang sidang teknik sipil ITS itu untuk berbagi pengalamannya bersama kami. Ruangan itu sudah full dengan peserta pelatihan. Tampaknya panitia dengan baik sekali dalam menyiapkan dan mengestimasi semuanya. Mereka semua rata2 seumuran aku, mahasiswa semester 5. Dan bedanya dengan aku, mereka udah mandiri, berpenghasilan sendiri, berpuluh juta bahkan (ngiri banget).
Yang pertama ada mas Roni, begitulah pemiliki usaha produksi pin ini biasa dipanggil. Kalau tidak salah beliau ini masih terdaftar di undergraduate jurusan manajemen UNAIR (maaf kalau salah). Tidak begitu banyak yang bisa disampaikan karena terbatasnya waktu sementara masih ada 2 orang lagi yang menunggu giliran bicara. Padahal aku sudah ngerasa excited banget mendengar dan melihat beliau (meski dihiasi jerawat sih, tapi tetep manis kok,hahaha). Poin penting yang ditekankan adalah ‘action’. Action artinya adalah benar2 merealisasikan ide bisnis yang kita punyai. Jangan hanya disimpan di otak aja. Kalo cuma disimpan kita gag punya pilihan apa2 dan tidak menghasilkan apa2. Sementara apabila ide itu berani kita eksekusi, maka sekarang kita punya 2 pilihan.
Sukses, atau gagal. Bila kita sukses, wah layak sudah kita disebut entepreneur muda. Bila memang gagal, berarti memang belum saatnya kita sukses. Tidak usah kecewa, dan coba lagi untuk membangun usaha. Bila kita mandeg, sia2 dong apa yang telah kita usahakan selama ini. Apalagi kalau sudah terlanjur beli barang modal atau production machine yang pastinya mahal sekali untuk ukuran mahasiswa seperti kita, terutama anak kos seperti saya. bila bangkit lagi paling tidak masih ada kesempatan sukses dong. Bila belum berhasil lagi, berarti mingkin itu bukan yang cocok untuk kita jalankan. Masih ingat dong ada orang bilang ‘ rejeki gag akan kemana’. Bila memang belum saatnya rejeki sampai kepada kita, maka tidak bisa dipaksain juga kan. Yang penting jangan takut untuk mencoba, jangan takut untuk memulainya. Gagal tidak apa, itu adalah bagian dari belajar, belajar untuk sukses, seprti mengumpulkan pecahan puzzle kesuksesan untuk nantinya kita susun menjadi sukse yang sesungguhnya. Selanjutnya adalah masalah modal. Saya ingat betul apa yang disampaikan beliau tentang hal ini karena saya sempat menjadi penanya tentang modal yang dibutuhkan. Beliau bilang kita tidak perlu pusing masalah modal. Modal bisa dicari di mana saja. Pertama memulai usaha oin ini beliau juga tidak bingung memikirkan untuk modal. Tapi dengan tekat bulat beliau membangun usaha pin ini. Awal berdiri beliau bekerja sama dengan 2 orang temannya namun sekarang beliau menjadi single owner karena ada sedikit perbedaan prinsip dengan 2 orang temannya. Tidak masalah kita menjalankan usaha dengan team work atau single. Itu adalah pilihan masing2 orang. Untuk modal kita bisa meminjam atau mengajak kerja sama orang yang punya modal. Untuk skill yang tidak dikuasai, seperti mendesain, kita bisa kerjasama juga atau menyewa orang yang ahli. Tidak sulit untuk memulai asal kita menjalankan tidak setengah2. Tidak usah takut, itu yang terpenting. Ada seorang penanya yang menanyakan IPK pembicara2 di sana. Bagi beliau IPK bukanlah syarat mutlak untuk menjadi sukses. IPk yang dipunyainya sementara ini adalah 2.90. tidak begitu bagus untuk rata2 IPK mahasiswa saat ini. Yah, memang banyak sekali cumlaude hari ini. Saya jadi malu sendiri, padahal tidak begitu sibuk tapi tidak bisa raih cumlaude seperti teman2 lain di jurusan saya. kalau kasus mas Roni sih semua orang tentu bisa maklum. Sudah punya usaha sendiri, sukses pula, jadi tidak usah pusing memikirkan IPK lagi. Banyak orang tua berpikiran kolot bahwa IPK itulah yang terpenting untuk mahasiswa. Termasuk ibu saya. tidak terhitung berapa kali beliau menasihati saya untuk meningkatkan IP dan lebih konsentrasi kuliah. Padahl saya sudah mencoba menjelaskan bahwa IP bukanlah segalanya. Mungkin IP sangat penting untuk sebagian hal dan menjadi sangat tidak penting untuk hal yang lain. Langkah bijaknya adalah berusaha menjaga IP agar tidak jatuh meski seberapa sibuknya kita. Untuk kasus mahasiswa seperti mas roni, sepertinya IP menjadi hal yang tidak penting. IP, indikator tertulis kesuksesan belajar (kesuksesan nyontek pas ujian juga mungkin ya), kebanyakan dan pastinya digunakan untuk melamar pekerjaan di perusahaan orang lain. Sementara dengan menjadi entepreneur kitalah yang menjadi owner perusahaan, menjadi bos, sudah pasti bos tidak disaring dengan IP dong. Untuk menjadi sukses tidak terjadi begitu saja. Banyak cerita di balik pengusaha sukses. Misalnya saja mas Roni, sejak SMA sudah biasa menjadi pengusaha meski kelas kecil2an. Dari jual koran di pingggiran pasar hingga jualan obat yang lumayan menghasilkan. Begitulah sepintas cerita dari pengusaha muda sukses seperti mas Roni. Pandangan saya lebih terbuka sekarang. Awalnya saya pikir pengusaha muda sukses itu hanya mas Elang (mahasiswa IPB yang punya bisnis properti) atau mas hendi (owner kebab turki Baba Rafi yang pernah jadi mahasiswa informatika ITS) atau mas (saya lupa namanya) yang punya bisnis mug unik di daerah jawa tengah sana. Untuk lebih lengkap tentang usaha pin mas Roni bisa visit di homepage rajapin.com (Wih, malah ikut mbantu promosi nih aku)
Speaker yang selanjutnya masih ada 2 pengusaha muda lagi. Dan seorang profesional lagi, founder kombis, sebuah komunitas mahasiswa yang ingin membuka bisnis. Untuk lengkapnya saya lanjutkan di bagian 2 karena saya sekarang mau ngerjain tugas dulu *biar IPK nya bagus, hehe




