Tuesday, March 24, 2015

Cara mengecilkan ukuran celana panjang

Cara mengecilkan celana panjang
Image credit : cottonandcurls
Sejak dua minggu yang lalu, saya mendapat tugas istimewa dari cami, yaitu mengecilkan celana kerjanya. Memang, celananya nampak sangat kedodoran, tidak enak dilihat kalau dipakai bekerja, pantasnya jadi celana main saja, karena kesannya casual. 


Singkat cerita, semalam saya eksekusi PR mengecilkan celana itu, saya memperoleh tips OK banget dari sebuah blog crafter, cottonandcurls. Kurang lebih caranya sama seperti yang ada di gambar di atas. Supaya kamu tidak perlu banyak merombak celana, cukup "edit" kedua sisi celana saja (lihat garis di gambar). 

Kalau jaman dulu sebelum punya mesin jahit portable sendiri, saya bela-belain jahit tangan manual nih. Sampai makan waktu berhari-hari, karena ngerjainnya tidak fokus, suka ditinggal-tinggal. Alamak.. Kalau dipikir-pikir orang pasti melihatnya kenapa tidak dipermak di permak jins saja, paling ongkosnya cuma Rp 20.000. Memang, saya pun berpikir demikian, kalau sedang malas. Tetapi lebih seringnya saya tetap kerjakan sendiri, karena entah kenapa ada kepuasan sendiri saat melihat hasilnya (sambil mengagumi diri sendiri). Mungkin ini memang passion saya yang terpendam *grin*.

Singkat cerita, kalau dulu saya perlu waktu berhari-hari untuk permak baju atau celana, dari proses ukur, nge sum, sampai jahit permanen, kali ini saya hanya memerlukan waktu 2 jam dengan  menggunakan mesin jahit kesayangan. Dua jam mungkin masih terlalu lama buat penjahit ahli. Tapi bagi saya, ini sudah prestasi luar biasa. Terlebih lagi, tidak ada salah jahit seperti pengalaman yang kemarin-kemarin. Sepertinya semalam saya memang sedang 100%. Hahaha

Celana yang saya kecilkan adalah celana kain, warna abu sangat gelap, mereknya GAP. Agak heran, kenapa celana GAP kok potongan jahitannya kurang OK, tidak proporsional gimana gitu. Atau mungkin ukurannya memang tidak pas apa ya (mungkin ini memang celana kasual). Celana yang jadi contoh adalah celana kain executive. Somehow bahannya lebih tebal, fit, dan formal.  So, saya jiplak celana cami yang menurutnya sudah pas. That's it. Tinggal digambar garisnya menggunakan kapur jahit warna putih. Nah, setelah ditrack garisnya, tinggal jahit deh. Saya menyematkan beberapa jarum pentul supaya kainnya lebih secure dan tidak lompat-lompat saat saya jahit menggunakan mesin.

Well, itu saja info dari saya. Besok kalau tidak lupa saya tambahin foto celananya ya :)

3 comments:

  1. Salam, Jual Peralatan Konveksi Harga GROSIR buka di http://bit.ly/23JjITT Terimakasih. Salam Sukses

    ReplyDelete
  2. sangat membantu saya.terimakasih...

    ReplyDelete